Berkat Pupuk Organik, Kelompok Tani Sidomakmur III Sukses Naikkan Produksi

Berkat Pupuk Organik, Kelompok Tani Sidomakmur III Sukses Naikkan Produksi
Kisah Sukses

Penggunaan pupuk organik tidak saja ramah lingkungan, tapi mampu meningkatkan produksi pertanian. Hal itulah yang menjadi dasar kesuksesan Kelompok Tani Sidomakmur III di Dusun Derman, Kel. Sumbermulyo, Kec. Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Kelompok Tani Sidomakmur III di Bantul, Yogyakarta sukses menaikkan produksi berkat penggunaan pupuk organik. Bahkan, mereka berhasil meraih Juara II Lomba Kelompok Tani Tingkat Nasional. (Ilustrasi/Tribun Timur)

Sejak memakai pupuk organik tahun ini, produksi berbagai hasil pertanian mereka bisa meningkat sampai dua kali lipat. Mulai dari jagung, padi, palawija, dan hasil tani lainnya sukses dikembangkan para petani di sana.

Bahkan, penggunaan pupuk organik tersebut mengantarkan mereka meraih prestasi Juara II Lomba Kelompok Tani Tingkat Nasional.

Semua ini bermula dari inisiatif Ketua Kelompok Tani Sidomakmur III, Munawar. Ia mencetuskan penggunaan pupuk organik sejak awal tahun lalu. Selain ramah lingkungan, ia pun berharap hasil produksi pertaniannya dapat meningkat.

Ternyata usulannya berbuah manis. Kini dari 17,39 hektare lahan yang digarap Kelompok Tani Sidomakmur III, semua hasil taninya memiliki kualitas yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Munawar menuturkan, penggunaan pupuk organik tersebut baru dimulai ketika tanaman jagung yang menjadi komoditi utama tumbuh beberapa minggu. Meski dicampur dengan sedikit jenis pupuk lain, tanaman jagung hasil para petani di sana berhasil meningkat pesat.

Dalam 1 hektare tanaman jagung, Munawar mengatakan, para petani bisa menggunakan 50 kg pupuk urea dan 20 kg pupuk phonska serta KCI. Sementara penggunaan pupuk organik lebih besar. Angkanya mencapai 3 kuintal per hektare pada masa awal tanam.

“Selama ini anggota kelompok tani tidak kesulitan mendapat pupuk organik, karena bisa langsung diambil dari kandang ternak,” ujar Munawar.

Penggunaan pupuk organik tersebut tidak terbatas pada komoditi jagung saja, tapi juga komoditi lain yang ditanam seperti padi, palawija dan lainnya. Namun, Munawar menyebutkan, tanaman jagung memang mendapat porsi yang lebih besar. Luas mencapai 8 hektare dari keseluruhan lahan.

“Kalau ingin hasilnya bagus, selain harus teratur menggunakan pupuk organik, jarak tanam juga harus diatur tidak terlalu rapat,” tutur Munawar lebih jauh.

Produktivitas serta kualitas pertanian yang lebih baik itu mengantarkan Kelompok Tani Sidomakmur III mendapat pengakuan lebih dari pihak lain.

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Bambanglipuro, Listuti Parwindiati bahkan menyebutkan produktivitas kelompok tani itu melebihi target kabupaten.

Pada tahun 2014 saja, Kelompok Tani Sidomakmur III sukses memproduksi 13,5 ton jagung pupul kering per hektare. Padahal di tahun yang sama Kabupaten Bantul hanya mampu berproduksi rata-rata 7 ton per hektare.

“Bahkan Jawa Barat saja hanya 8 ton per hektare,” ungkap Listuti.

Pencapaian positif itu mendorong Kelompok Tani Sidomakmur III terus menggunakan pupuk organik pada lahan pertaniannya. Kini sekitar 200 hektare lahan jagung di sana menggunakan pupuk organik. Semua itu ditanam pada musim tanam kedua dan ketiga.

Listuti menuturkan, penggunaan pupuk orgaik yang konsisten itu membuat Kelompok Tani Sidomakmur III mencapai peningkatan produksi yang memuaskan.

“Ada banyak peningkatan produksi jagung dari tahun lalu, sampai dua kali lipat,” tutur Listuti.

Dengan adanya produktivitas yang terus meningkat, Kelompok Tani Sidomakmur III bisa menjadi contoh positif penggunaan pupuk organik merupakan solusi tepat bagi para petani.

Dibarengi dengan kerja keras dan ketekunan, pencapaian produksi yang berkualitas merupakan jawaban akhir dari penggunaan pupuk organik yang konsisten.

Selamat pada Kelompok Tani Sidomakmur III di Bantul, Yogyakarta yang telah menggunakan pupuk organik!

Sumber: tribunnews.com

Tentang Admin Indopoltry

Indopoltry.com - Portal Media Informasi & Direktori Usaha Peternakan dan Pertanian Indonesia.